Kamis, 24 Juni 2021

Penyebab Rekaman CCTV Terhapus Otomatis | Backup CCTV

Backup CCTV – Data atau hasil rekaman CCTV yang terhapus secara otomatis atau bahkan tidak terekam, bisa disebabkan karena berbagai faktor. Salah satunya adalah storage atau ruang penyimpanan yang digunakan untuk menampung data rekaman CCTV penuh atau rusak.

Biasanya sebuah kamera CCTV memiliki batasan video yang dapat direkam dan disimpan di dalam memory card atau tempat penyimpanannya. Batasan video yang dapat disimpan ini bergantung dari jenis storage yang kalian gunakan untuk membackup data rekaman CCTV kalian. Apakah menggunakan Hardisk CCTV, SD Card, SSD, ataupun NAS.

Semakin besar media penyimpanan yang kalian gunakan, maka akan semakin lama atau semakin banyak hasil rekaman CCTV yang dapat kalian simpan. Akan tetapi, ada kalanya data atau hasil rekaman CCTV kalian tidak tersimpan atau terhapus secara otomatis.

Hal itu biasanya disebabkan karena tempat penyimpanan hasil rekaman CCTV kalian sudah penuh. Sehingga secara otomatis DVR akan menghapus data hasil rekan CCTV lama kalian, agar hasil rekaman baru dapat disimpan. Hal ini lah yang menyebabkan beberapa data hasil rekaman CCTV lama kita hilang atau terhapus secara otomatis.

Agar lebih jelas, kalian setidaknya perlu mengetahui bagaimana cara kerja dan di mana hasil rekaman CCTV kita disimpan. Berikut ini adalah penjelas singkatnya.

 

Dimana Hasil Rekaman CCTV Disimpan

Dimana Hasil Rekaman CCTV Disimpan - Backup CCTV
Dimana Hasil Rekaman CCTV Disimpan - Backup CCTV


Hasil rekaman CCTV biasanya disimpan atau ditulis pada micro sd card ataupun hardisk khusus untuk CCTV. Akan tetapi, CCTV yang kebanyakan beredar saat ini lebih banyak menggunakan hardisk khusus CCTV dari pada menggunakan micro sd card. Hal itu dikarenakan kapasitas penyimpanan pada hardisk khusus CCTV biasanya jauh lebih besar jika dibandingkan dengan micro sd card.

Untuk dapat menyimpan data pada hardisk, biasanya CCTV menggunakan bantuan DVR (Digital Video Recorder) atau NVR (Network Video Recorder) untuk membantu CCTV dalam menulis/menyimpan data hasil rekamannya pada hardisk.

 

Penyebab Lain Data Rekaman CCTV Dapat Terhapus

Selain karena memori yang penuh, ada hal lain lagi yang dapat menyebabkan data CCTV hilang. Berikut ini adalah penyebab lain data CCTV bisa hilang:

  1. Penyimpanan CCTV Penuh

Ketika penyimpanan CCTV penuh, maka biasanya secara otomatis DVR atau NVR akan menghapus data rekaman CCTV yang sudah lama disimpan. Lalu menggantinya dengan data yang baru. Lalu berapa banyak rekaman yang akan dihapus secara otomatis? Banyaknya rekaman yang dihapus ini bergantung dari seberapa besar ukuran file hasil rekaman CCTV kalian.

 

  1. Penyimpanan CCTV Rusak

Baik hardisk CCTV maupun SD Card memang dapat rusak. Kerusakan yang biasa dialami oleh penyimpanan CCTV ini terbagi kedalam dua golongan. Golongan pertama kerusakan fisik atau kerusakan pada sistem penyimpanan CCTV. Lalu golongan yang kedua adalah kerusakan permanen. Yang mana kerusakan permanen ini dapat menghilangkan semua data video rekaman CCTV.

Kerusakan fisik pada penyimpanan CCTV biasanya meliputi lecet, terbakar karena overheat, terkena air, tertindih/terbentur, koslet karena arus listrik yang tidak stabil. Jika penyimpanan CCTV Anda mengalami hal tersebut, maka penyebab data rekaman CCTV Anda yang hilang adalah karena kerusakan fisik.

Untuk kerusakan pada sistem penyimpanan CCTV  biasanya karena terkena virus. Kerusakan ini dapat dicegah jika Anda mulai berkonsultasi dengan Konsultan Backup Data CCTV.

 

Berapa Kapasitas Hardisk Yang Cocok Untuk CCTV?

Jika Anda bingung dalam menentukan ingin membeli hardisk CCTV yang cocok untuk Anda. Maka kami sangat menyarankan kepada Anda untuk berkonsultasi pada ahil Penyimpanan CCTV. Dengan berkonsultasi, maka Anda bisa mendapatkan jawaban terbaik untuk masalah CCTV yang Anda alami.

 

Kesimpulan

Kurang lebih itulah beberapa hal yang dapat menyebabkan data rekaman CCTV dapat hilang. Semoga dengan adanya artikel ini dapat membantu Anda untuk menghindari kejadian data rekaman CCTV hilang. Ada baiknya jika Anda mulai membuat renacana backup data CCTV. Agar kejadian data rekaman CCTV yang hilang ini, bisa Anda hindari.

Selasa, 15 Juni 2021

Rekomendasi Hardisk NAS Terbaik Untuk QNAP NAS

Jual QNAP NAS - Jika kamu memiliki QNAP NAS (Network Attached Storage), maka sangat penting bagi kamu dalam memilih dan menggunakan hardisk storage yang besar, cepat, tangguh, dapat diandalkan, dan tentunya murah.

Tidak peduli seberapa canggih atau mahalnya NAS yang kamu miliki. Jika hardisk yang digunakan di dalamnya tidak sesuai dengan kebutuhan, yang ada kamu hanya akan mehambur-hamburkan uang dan hardisk yang kamu gunakan tersebut tidak akan bisa bertahan lama atau cepat rusak.


Baca Juga: Perbedaan OS 64Bit Dengan 32Bit - Jual QNAP NAS


Jadi, bagaimana cara kita untuk memilih hardisk NAS yang sesuai dengan kebutuhan? Pertama, kamu harus mengetahui apa yang kamu butuhkan terlebih dahulu. Apakah kecepatan merupakan faktor terpenting? Atau kamu lebih memilih kapasitas penyimpanan yang besar dan lega untuk menyimpan semua data-data dan file-file penting milik kamu dengan aman.

Lalu, bagaimana dengan cache atau proteksi terhadap getaran? Hal ini sangat penting untuk kamu pikirkan dan pertimbangkan sebelum mencari hardisk untuk perangkat NAS yang kamu miliki.

Untuk membantu kamu dalam memilih hardisk NAS terbaik, baik itu untuk penyimpanan personal maupun bisnis. Kami menyiapkan beberapa rekomendasi untuk hal tersebut. Dengan adanya beberapa rekomendasi NAS dibawah ini, kami berharap kamu dapat menemukan hardisk NAS yang kamu cari dan kamu butuhkan.

 

Hardisk Terbaik Untuk QNAP NAS

Hardisk Terbaik Untuk QNAP NAS
Hardisk Terbaik Untuk QNAP NAS

  • Seagate IronWolf NAS Internal Hard Drive HDD

Spesifikasi

Interface: SATA 6Gbps

Capacity: 6 – 12TB

Cache: 256MB

RPM: 7,200+

Alasan mengapa kamu harus beli hardisk ini

  • Siap digunakan untuk RAID system pada NAS.
  • Cepat dan Tangguh

Alasan mengapa kamu tidak harus membeli hardisk ini

  • Harganya lebih mahal dibandingkan dengan hardisk non-NAS

 

  • Western Digital Red NAS Hard Disk Drive

Spesifikasi

Interface: SATA 6Gbps

Capacity: 1TB – 12TB

Cache: 64B

RPM: 5400

Alasan mengapa kamu harus beli hardisk ini

  • Tersedia banyak varian kapasitas yang luas dan lega
  • Memiliki performa yang tidak kalah saing dengan para rival-rivalnya

Alasan mengapa kamu tidak harus membeli hardisk ini

  • Rata-rata kecepatan transfer yang sekuensial pada blok kecil

 

  • WD Gold Enterprise Class Hard Disk Drive

Spesifikasi

Interface: SATA 6Gbps

Capacity: 4TB – 12TB

Cache: 128MB

RPM: 7200

Alasan mengapa kamu harus beli hardisk ini

  • Kinerja yang bagus dan tidak mengecewakan
  • Harga yang bersahabat dengan kantong

Alasan mengapa kamu tidak harus membeli hardisk ini

  • Tidak sebaik dengan para rival-rivalnya

 

  • WD Red Pro

Spesifikasi

Interface: SATA 6Gbps

Capacity: 2TB – 12TB

Cache: 256MB

RPM: 7200

Alasan mengapa kamu harus beli hardisk ini

  • Performa yang bagus
  • Daya tahan yang tangguh

Alasan mengapa kamu tidak harus membeli hardisk ini

  • Agak cukup berisik saat digunakan

 

Spesifikasi

Interface: 6Gbps SATA

Capacity: 12TB

Cache: 128MB

RPM: 7200

Alasan mengapa kamu harus beli hardisk ini

  • Terdapat fitur TurboBoost
  • Teknologi helium yang dapat melindungi komponen didalmnya

Alasan mengapa kamu tidak harus membeli hardisk ini

  • Dapat menjadi berisik ketika digunakan

 

  • Toshiba N300 8TB NAS

Spesifikasi

Interface: SATA 6Gbps

Capacity: 8TB

Cache: 128MB

RPM: 7200

Alasan mengapa kamu harus beli hardisk ini

  • Operasi yang cepat karena 7200 RPM
  • Chache memory yang besar hingga 128MB

Alasan mengapa kamu tidak harus membeli hardisk ini

  • Berisik saat digunakan

 

Jumat, 04 Juni 2021

Perbedaan OS 64Bit Dengan 32Bit - Jual QNAP NAS

Jual QNAP NAS - Sistem operasi merupakan sebuah perangkat lunak yang berperan sangat penting dalam menjembatani user dengan perangkat elektronik seperti PC/Laptop dan Smartphone. Beberapa contoh sistem operasi yang ada saat ini dan banyak digunakan antara lain, Windows, Linux, MacOs, iOS, dan Android.

Salah satu sistem operasi yang menggunakan dua jenis basis sistem pada OSnya adalah Windows. Windows memiliki 2 jenis basis sistem yaitu 32 bit dan 64 bit. Akan tetapi, kebanyakan penggunanya jarang sekali memperhatikan hal tersebut. Padahal, kedua jenis basis sistem tersebut memiliki fungsi dan performa yang berbeda.

Basis sistem ini merupakan salah satu dari berbagai faktor yang menjadi tolak ukur, apakah perangkat tersebut kuat atau tidaknya dalam menjalankan suatu aplikasi.

Oleh sebab itu, penting bagi kamu untuk mengetahui kelebihan maupun kekurangan dari kedua jenis basis sistem tersebut.

Apa aja kelebihan dan kekurangannya?


Perbedaan Antara Windows 32Bit Dengan Windows 64Bit


Perbedaan Antara Windows 32Bit Dengan Windows 64Bit
Perbedaan Antara Windows 32Bit Dengan Windows 64Bit

  • Jumlah Kapasitas RAM

Perbedaan mendasar dari OS 32bit dengan 64bit, terletak dari kapasitas RAM yang dapat ditampung atau dijalankan. Setiap jenis basis sistem tersebut memiliki batasan dalam menampung kapasitas RAM, yang mana 32bit memiliki kapasitas tampungan RAM yang lebih sedikit dibandingkan dengan 64bit.

OS 32bit dapat berjalan secara optimal dengan penggunaan kapasitas RAM maksimum sebesar 4 GB. Sementara untuk OS 64bit dapat menggunakan kapasitas RAM maksimum lebih dari 4 GB.

Oleh sebab itu, OS dengan basis sistem 32bit jarang sekali bisa support dengan aplikasi-aplikasi terbaru saat ini.


Baca Juga: Tips Merawat Hardisk Eksternal Agar Awet


  • Performa

Performa basis sistem tentunya didukung dengan kemampuan prosesor yang digunakan pada perangkat tersebut.

Sistem OS 64bit tentunya memiliki dukungan perangkat keras yang lebih baik, dibandingkan dengan OS 32bit. Hal itu karena OS 64bit lebih banyak digunakan pada saat ini dan masih akan terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi yang ada.

OS 64bit dinilai dapat menyimpan lebih banyak nilai komputasi, yang mampu mengakses empat miliar kali lebih banyak dan cepat dibandingkan dengan OS 32bit.


Baca Juga: Fungsi BIOS Pada PC dan Laptop - Hardisk Laptop Seagate


  • Kompatibilitas Aplikasi

Seperti yang sudah disinggung diatas, jika perbedaan basis sistem juga mempengaruhi kompatibilitas dari aplikasi yang digunakan. Jika kamu menggunakan OS 32bit, dan mau menggunakan aplikasi dengan minimum sistemnya 64bit. Maka kamu tidak akan bisa menjalankan aplikasi tersebut diperangkat milikmu.

OS 64bit saat ini sudah mendukung aplikasi-aplikasi terbaru dan jarang sekali ada aplikasi yang support dengan OS 32bit.


Bagi kalian yang sedang mencari hardisk untuk Laptop maupun PC, kalian dapat mengujungi Toko Storage di link yang sudah disediakan. Toko Storage tidak hanya menjual Hardisk Laptop/PC saja. Tetapi juga men Jual QNAP NAS yang saat ini banyak dimanfaatkan sebagai media penyimpanan cloud pribadi.

 

Senin, 24 Mei 2021

Hardisk Laptop Seagate - Fungsi BIOS Pada PC dan Laptop

Hardisk Laptop Seagate - Basic Input Output System atau yang biasa kita sebut dengan BIOS ini merupakan sebuah perangkat lunak atau software ”yang dibuat dan ditulis dengan menggunakan bahasa assembly”. BIOS ini yang bertugas untuk mengatur fungsi-fungsi dasar dari perangkat hardware “perangkat keras” pada komputer, seperti hardisk untuk laptop, hardisk untuk pc, kartu grafis atau VGA card, RAM, dan lain sebagainya.


Baca Juga: Perbedaan File Server Dengan NAS


BIOS dipasang pada sebuah chip memory (ROM atau Flash Memory yang menggunakan baterai CMOS (Comlpimentari Metal Oxide Semiconductor) yang terdapat/terpasang pada motherboard PC atau Laptop yang kita gunakan.

Baterai CMOS yang digunakan di BIOS ini memiliki fungsi untuk mejaga agar tanggal dan konfigurasi pada PC atau Laptop yang telah kita buat pada BIOS tidak hilang, maupun kembali ke konfigurasi awal atau default. Walaupun PC atau Laptop yang kita gunakan dalam keadaan mati/dimatikan.

 

Fungsi BIOS Pada PC dan Laptop


Hardisk Laptop Seagate - Fungsi BIOS Pada PC dan Laptop
Hardisk Laptop Seagate - Fungsi BIOS Pada PC dan Laptop

BIOS pada PC dan Laptop memiliki beberapa fungsi sebagai berukut:

  1. Mengontrol semua hardware atau perangkat keras yang terpasang pada motheboard PC atau Laptop.
  2. Inisialisai (start-up), serta pengecekan terhadap semua perangkat keras yang terpasang pada komputer. Proses ini dikenal dengan sebutan Power On Self Test atau POST.
  3. Menjalankna sistem MBR (Master Boot record) yang berada pada sektor utama hardisk storage, yang fungsinya untuk memanggil dan menjalankan Sistem Operasi yang ter-install pada PC atau Laptop yang digunakan tersebut.
  4. Mengatur beberapa konfigurasi atau pengaturan dasar yang ada pada komputer seperti tanggal, waktu, media penyimpanan, konfigurasi proses booting/urutan booting, dan lain sebagainya.
  5. Membantu sistem operasi dan aplikasi dalam proses pengaturan perangkat keras dengan menggunakan BIOS Runtime Services.


Baca Juga: Fungsi Hard Disk Untuk PC Pada Saat Ini 


Cara Kerja BIOS Pada PC dan Laptop

Cara kerja BIOS pertama kali dimulai dari proses inisialisasi, yang mana pada proses installasi tersebut kita dapat melihat jumlah memory yang terpasang pada komputer kita, jenis hardisk dan kapasitas yang kita gunakan, dan lain sebagainya. Lalu BIOS ini akan mencari, menginisialisasi serta menampilkan informasi-informasi yang dikirim oleh Graphics Card.

Lalu kemudian akan mengecek perangkat lain seperti hardisk internal atau eksternal yang terpasang pada PC atau Laptop, melakukan pengujian terhadap RAM dengan memory count up test, dan lain sebagainya. Setelah BIOS sudah melakukan semua test komponen-komponen dengan baik dan berhasil, maka berikutnya BIOS akan mencari lokasi booting device dan juga OS “sistem operasi” yang di install pada PC atau Laptop tersebut.

 

Jenis-Jenis BIOS Pada PC dan Laptop

Sampai saat ini, sudah ada beberapa perusahaan yang menyediakan atau membuat sistem BIOS untuk PC atau Laptop. Beberapa developer yang mengembangkan sistem BIOS antara lain:

  1. Award Software, merupakan perusahaan yang mengembangkan dan juga meluncurkan Award BIOS, Award Modular BIOS, dan juga Award Medallion BIOS.
  2. Phoenix Technologies, merupakan perusahaan yang meluncurkan Phoenix BIOS. Setelah melakukan merger dengan Award Software, kedua perusahaan tersebut meluncurkan Phoenix-Award BIOS.
  3. American Megatrends Incorporated (AMI) merupakan perusahaan yang merilis AMI BIOS, dan AMI WinBIOS.
  4. Para OEM (Original Equipment Manufacturer), seperti Hewlett-Packard/Compaq, IBM/Lenovo, Dell Computer, dan OEM-OEM lainnya.

Rabu, 05 Mei 2021

Hardisk Internal Murah - Tips Memilih Layar Monitor Laptop

Hardisk Internal Murah - Monitor merupakan salah satu perangkat yang esensial pada semua jenis komputer. Monitor dapat dengan mudah kita ganti pada PC Desktop, akan tetapi bagai mana dengan Laptop? Tentunya hal tersebut akan menjadi sebuah masalah, jika kamu sampai salah membeli Laptop. Bayangkan saja, kalian ingin membeli/mengganti Laptop lama kalian, tapi kalain tidak mengetahui kualitas monitor yang bagus itu seperti apa.

Untuk itu, sangat penting bagi kalian untuk mengetahui seluk beluk teknologi display pada Laptop untuk kenyamanan saat digunakan.

Berikut ini adalah tips yang dapat kalian gunakan dalam memilih Laptop yang memiliki layar monitor yang bagus dan pas untuk kalian gunakan. Apa saja tipsnya, yuk dicek aja postnya~

Hardisk Internal Murah - Tips Memilih Layar Monitor Laptop


Hardisk Internal Murah - Tips Memilih Layar Monitor Laptop
Hardisk Internal Murah - Tips Memilih Layar Monitor Laptop

  1. Tingkat Kecerahan Layar (brightness)

Tingkat kecerahan layar pada monitor laptop itu sangat penting. Apalagi bagi kamu yang sering menggunakan Laptop di luar ruangan. Satuan kecarahan layar Laptop biasanya diukur dengan satuan Nit. Semakin besar Nit pada layar monitor laptop, maka akan semakin cerah dan nyaman monitor Laptop tersebut digunakan di luar ruangan.

Biasanya Laptop yang ada dipasaran memiliki tingkat kecerahan sebesar 200-300 Nit. Kalau Laptop yang kamu incaran memiliki tingkat kecerahan layar diatas 300 Nit, maka Laptop tersebut dapat kamu jadikan sebagai bahan pertimbangan untuk dibeli. Selain itu, perhatikan juga apakah monitor laptop tersebut menggunakan lapitan glossy (mengilap) atau matte (doff) pada layar monitornya. Hal tersebut dapat mempengaruhi pantulan objek yang ada di depan layar monitor.


Baca Juga: Hardisk Internal Murah – Mengenal Teknologi NVME Storage 


  1. Ruang Warna

Saat ini sudah ada berbagai jenis ruang warna, mulai dari sRGB, Adobe RGBm NTSC, dan lainnya. Akan tetapi Ruang Warna yang populer digunakan saat ini adalah sRGB. sRGB merupakan standar display yang ditetapkan oleh HP dan Microsoft pada 1996

Ruang warna adalah kemampuan dari sebuah monitor untuk memproduksi warna secara akurat. Umumnya, display laptop yang ada pada saat ini memiliki tingkat sRGB mulai dari 65%-75%, tergantung dari jenis panel yang digunakan pada layar monitornya.

FYI, bagi kamu yang bekerja dibidang design atau konten kreatif. Ada baiknya jika kamu mengincar Laptop yang layar monitornya menggunakan panel IPS. Laptop dengan layar monitor berpanel IPS ini banyak difavoritkan karena dapat menembus tingkat sRGB hingga lebih dari 75%.

 

  1. Panel Monitor Yang Digunakan

Sebelum membeli monitor, baik itu monitor terpisah maupun Laptop. Pastikan terlebih dahulu kamu mengetahui jenis panel yang digunakan pada layar monitor tersebut. Hal itu dikarenakan, jenis panel pada layar monitor dapat mempengeruhi kualitas grafis yang akan ditampilkan.

Saat ini dipasaran terdapat 4 jenis panel yang digunakan pada layar monitor, antara lain:

Twisted Nematic (TN)

Twisted Nematic merupakan tipe panel LCD yang pertama kali hadir. Monitor dengan panel jenis ini sangat tidak direkomendasikan untuk kalian yang suka bermain game. Hal itu dikarenakan akurasi warna yang dihasilkan pada jenis panel ini tidak seakuran seperti panel jenis In-Plane Switch (IPS). Meski begitu, dengan panel TN ini dijual dengan harga yang murah dan tergolong sangat terjangkau.

In-Plane Switching (IPS)

IPS atau In-Plane Switching merupakan jenis panel monitor yang memiliki tingkat akurasi warna yang tinggi dan lebih baik dibandingkan dengan panel TN.

Penl IPS menawarkan tampilan warna yang akurat meskipun dilihat dari sudut yang ekstrim sekalipun, panel IPS dapat mencapai 75% sRGB. Karena kelebihannya itu, monitor atau Laptop dengan panel IPS biasanya akan jauh lebih mahal dibandingkan dengan monitor/Laptop yang menggunakan panel TN pada monitornya.


Baca Juga: HDD Murah - Hardisk Internal SATA Tidak Terbaca BIOS 


Vertical Alignment (VA)

Monitor yang menggunakan panel Vertical Alignment (VA) biasanya memiliki keunggulan dari segi produksi warna jika dibandingkan dengan monitor yang menggunakan panel TN. Monitor dengan panel VA ini bahkan mengungguli monitor dengan panel IPS dalam hal waktu respons.

 

Organic Light-Emitting Diode (OLED)

Panel monitor yang terakhir ini merupakan teknologi display yang mengungguli 3 jenis panel monitor yang sebelumnya. Hal itu dikarenakan panel OLED tidak memiliki pencahayaan belakang yang terpisah, melainkan memiliki satuan pixel yang mampu memproduksi cahayanya sendiri. Monitor OLED mampu menghasilkan produksi warna yang memiliki tingkat akurasi yang tinggi. Dibalik keunggulannya ini, monitor dengan panel OLED biasanya dijual dengan harga yang cukup menguras kantong.

Akan tetapi, sangat Woth it dengan tampilan kualitas gratifs yang akan kalian dapatkan.

 

  1. Refresh Rate

Refresh rate mengacu pada berapa kali perdetik sebuah layar monitor dapat membuat dan menampilkan gambar baru. Refresh rate ini sangat penting sekali untuk diperhatikan bagi kalain yang mencari monitor untuk kebutuhan gaming. Baik itu game biasa maupun game competitif. Semakin tinggi refresh rate dari sebuah monitor, maka akan semakin bagus dan optimal hasil output gambar yang dihasilkan.

 

Itulah beberapa point penting yang perlu kamu perhatian pada saat membeli monitor terpisah atau Laptop, guna pemakaian yang nyaman baik itu untuk di luar maupun di dalam ruangan. Selain tips memilih layar monitor, bagi kalian yang sedang mencari hardisk internal murah dengan kualitas yang bagus, kalian bisa mampir ke toko online milik kami di link yang sudah kami sediakan ya.

Senin, 03 Mei 2021

Jual Switch Murah | Bedanya WEP WPA dan WPA2

Jual Switch Murah - Saat ini, siapa sih yang tidak mengenal dengan jaringan WiFi. Hampir semua orang saat ini sudah mengenal dan menggunakan jaringan wireless (WiFi) untuk terkoneksi dengan internet.

Meski WiFi sudah memiliki banyak pengguna setiap harinya, akan tetapi jaringan wireless ini rentan terhadap keamanan jaringan. Tapi untungnya, ada protokol keamanan jaringan seperti WEP, WPA, dan WPA2 personal vs enterprise, untuk mengamankan kita pada saat menggunakan jaringan wireless atau WiFi baik di rumah maupun di tempat umum.


Baca Juga: Tips Merawat Hardisk Eksternal Agar Awet


3 protokol keamanan tersebut, merupakan protokol keamanan jaringan wireless yang masih digunakan hingga saat ini. Protokol keamanan tersebut merujuk pada sebuah protokol enkripsi nirkabel untuk melindungi informasi yang dikirim maupun diterima oleh pengguna yang menggunakan jaringan nirkabel.

Pada artikel kali ini, Toko Storage akan membagikan informasi terkait dengan 3 tipe protokol keamanan jaringan tersebut, dan mana tipe protokol keamanan jaringan yang baik untuk kita gunakan.

 

Jual Switch Murah | Apa Saja Tipe Protokol Keamanan Pada Jaringan Nirkabel?


Jual Switch Murah | Apa Saja Tipe Protokol Keamanan Pada Jaringan Nirkabel?
Jual Switch Murah | Apa Saja Tipe Protokol Keamanan Pada Jaringan Nirkabel?

Setidaknya, terdapat tiga tipe protokol keamanan jaringan WiFi yang harus kamu tahu. Hal ini sangat penting untuk kamu tau, agar ketika kamu menggunakan WiFi, baik di rumah maupun di tempat umum, kamu dapat mengetahui tipe keamanan apa yang digunakan pada WiFi di tempat tersebut.

Berikut ini adalah ke tiga tipe protokol keamanan jaringan WiFi:

  • Protokol Wired Equivalent Privacy (WEP)

WEP merupakan tipe protokol keamanan jaringan pertama dan saat ini sudah agak jarang digunakan karena dianggap sudah kurang aman lagi jika dibandingkan degan tipe protokol keamanan jaringan WiFi yang lainnya.

Meski mudah untuk diretas, akan tetapi tipe protokol keamanan WEP ini masih cukup banyak digunakan hingga saat ini. Alasan mengapa WEP masih banyak digunakan ini ada berbagai macam, salah satunya adalah perangkat yang digunakan masih belum mendukung tipe protokol keamanan jaringan WiFi WPA.

  • WiFi Protected Access (WPA)

WPA hadir untuk menggantikan protokol keamanan WEP yang memiliki cukup banyak cela. WPA dibuat dengan komponen enkripsi Temporal Key Integrity Protocol (TKIP) yang kemudian diganti dengan Advanced Encryption Standard (AES). Akan tetapi, karena WPA ini masih mengadopsi beberapa fitur dari WEP. Pada akhirnya, protokol keamanan ini masih dianggap kurang aman.

  • WiFi Protected Access II (WPA2)

WPA2 merupakan penerus yang dikembangkan untuk menggantikan protokol keamanan WPA. Salah perbedaan yang paling signifikan antara WPA dengan WPA 2 adalah penggunaan algoritma AES dan CCMP (Counter Cipher Mode with Block Chaining Message Authentication Code Protocol) sebagai pengganti TKIP pada protokol keamanan WPA. Hal inilah yang membuat protokol keamanan WPA2 ini lebih aman, dibandingkan dengan WEP dan WPA.

 

Perbedaan Protokol Keamanan WPA2 personal vs enterprise

Setelah kamu mengetahui 3 jenis protokol keamanan jaringan wireless, tentunya kamu dapat menarik kesimpulan jika protokol keamanan WPA2 lebih baik dan lebih aman dibandingkan degan 2 protokol keamanan yang lainnya. 


Baca Juga: Tips Merawat Hardisk Eksternal Agar Awet


Saat ini, terdapat dua versi protokol keamanan WPA2, yaitu personal dan enterprise. Keduanya sama-sama menggunakan enkripsi AES-CCMP dalam mengamankan data yang dikirim secara nirkabel.

Akan tetapi kedua versi protokol keamanan tersebut ternyata memiliki perbedaanya, lho.

Apa saja perbedaannya? Berikut ini adalah perbedaan dari ke 2 versi protokol keamanan WPA2 tersebut.

Perbedaan utama antara WPA2 personal dengan enterprise terletak pada tahap otentikasinya. Sebagian besar jaringan WiFi yang ada saat ini menggunakan versi WPA2 Personal. Contohnya, pengguna rumahan, bisnis kecil, dan kafe-kafe. Pada versi personal ini, konsepnya sangat sederhana dan menggunakan konfigurasi PSK (Pre-Shared Key) sebagai autentikasinya. WPA2 Personal juga menggunakan satu kata sandi untuk semua pengguna yang mau terhubung ke jaringan tersebut.

Sementara WPA2 Enterprise kebanyakan digunakan pada skala yang lebih besar, seperti perusahaan maupun organisasi pemerintahan. Versi Enterprise ini tidak terlalu cocok untuk pengguna dalam lingkup kecil, karena membutuhkan username dan password unik untuk setiap pengguna yang ingin mengakses ke jaringan tersebut, serta memerlukan sebuah server untuk otentikasi RADIUS.


Cari Switch murah? Mau dari brand QNAP atau UBIQUITI? Toko Storage jual kok. Langsung aja di cek ke Official Marketplace Toko Storage di linktr.ee/tokostorage

Aplikasi Backup Data Terbaik Saat Ini

Aplikasi Backup Data   - Kita tidak akan pernah menduga kapan data yang kita simpan pada smartphone, sd card, hardisk, maupun penyimpanan da...