Rabu, 14 Juli 2021

Tips Memilih Cooler PC Terbaik

Cooler PC Terbaik – Kebanyakan orang saat ini lebih memilih untuk merakit PC karena berbagai macam alasan. Salah satunya adalah bisa disesuaikan dengan kebutuhan yang mereka miliki. Penyesuaian ini mulai dari budget, hardware, spesifikasi PC seperti hardisk pc yang digunkan, hingga kostumisasi PC. Kebanyakan pemula yang baru pertama kali merakit PC pastinya akan kebingungan dalam memilih komponen yang tepat untuk PC rakitan mereka. Salah satu komponen yang paling banyak membuat bingung para pemula dalam merakit pc adalah cooler PC.

Karena banyak pemula yang bingung dalam memilih Cooler PC rakitan mereka, maka pada kesempatan kali ini kami akan membagikan beberapa tips dalam memilih Cooler PC terbaik untuk PC rakitan kalian. Apa saja tipsnya, berikut ini adalah tips dalam memilih Cooler PC terbaik untuk kalian.

 

Tips Memilih Cooler PC Terbaik


Tips Memilih Cooler PC Terbaik
Tips Memilih Cooler PC Terbaik

Sebelum kalian memilih cooler untuk PC rakitan kalian, ada baiknya jika kalian mengenali dulu jenis-jenis CPU cooler yang ada pada saat ini.

Ada 2 jenis CPU cooler yang umum dan populer digunakan. Ada Air Cooler dan Liquid CoolerAir Cooler mengandalkan pendinginan menggunakan kipas. Sedangkan Liquid Cooler menggunakan liquid cair untuk proses pendinginannya.


Pilih Air Cooler atau Liquid Cooler?

Tidak sedikit yang kebingungan dan bimbang ketika memilih CPU Cooler, antara memilih Air atau Liquid CoolerAir cooler memiliki harga jual yang cukup terjangkau, akan tetapi memiliki kelemahan yaitu suara noise atau bising. Jadinya kalian perlu menyiapkan kesing PC yang kedap suara agar tidak terlalu saat menggunakannya. Selain itu, biasanya Air Cooler memiliki ukurang yang cukup besar, jadi sediakan juga ukuran casing PC yang cukup besar untuk menampung semua komponen PC yang dirakit.

Sedangkan untuk Liquid Cooler memiliki bentuk yang lebih compact dan lebih efektif dalam menurunkan panas CPU dengan cepat. Akan tetapi, Liquid Cooler memiliki kelemahan yaitu biaya pemasangannya yang cukup mahal, pemasangannya yang sulit dan tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Kebanyakan Liquid Cooler biasa digunakan pada PC gaming untuk menjaga performa PC nya.

Untuk pemilihan antara Air atau Liquid Cooler, kalian bisa menyesuaikannya dengan kebutuhan kalian. Jika memiliki budget yang minim, maka Air Cooler lebih baik. Kalian hanya tinggal menyesuaikan casing nya saja.

Tapi, jika kalian memiliki budget yang besar. Lebih baik pilih Liquid Cooler saja.

 

Berapa Banyak Cooler Yang Diperlukan Untuk PC?

Tidak sedikit orang yang beranggapan jika merakit sebuah PC ada baiknya menggunakan banyak Cooler agar tidak cepat overheat PC nya. Akan tetapi hal tersebut sebenarnya sangat keliru, kalian tidak harus menggunakan banyak Cooler ketika merakit sebuah PC. CPU Cooler umumnya dipasang atau digunakan pada bagian CPU, GPU dan juga ambient di casing PC.

Setiap PC umumnya dan pastinya memiliki 3 cooler tersebut. PC yang memerlukan banyak cooler biasanya PC yang akan di overclock. Jika kalian tidak ada rencana atau tidak mau meng-overclock PC kalian. Maka kalian tidak memerlukan banyak CPU Cooler.

Cooler CPU, GPU, dan ambient di casing PC saja sudah lebih dari cukup untuk menjaga suhu PC tetap stabil. Bagi kalian yang memiliki budget lebih, kami sangat menyarankan untuk tidak menggunakan banyak cooler jika tidak memiliki keinginan merakit PC gaming atau mau di overclock Pcnya.

 

Sirkulasi Udara Pada Casing PC

Pemilihan casing PC juga dapat mempengaruhi sirukulasi udara di dalamnya. Casing PC yang bagus biasanya memiliki area intake dan exhaust yang jelas untuk sirkulasi udara. Tidak sedikit yang berpendapat jika PC tanpa casing sangat bagus agar tidak terlalu panas, namun anggapan tersebut tidak sepenuhnya salah. Kita masih bisa menutup komponen PC kita dan mendapatkan sirkulasi udara yang baik dengan memilih casing yang tepat

Adanya aliran udara yang bagik pada casing PC, tentunya dapat membuat pendinginan komponen PC yang lain menjadi lebih efektif. Casing PC juga membantu menghalangi masuknya debu yang masuk ke komponen PC lain. Debu ini biasnaya menjadi masalah sekaligus musuh utama pengguna air cooler. Karena biasanya debu-debu yang masuk akan terperangkap atau menempel pada air cooler. Untuk menghindari hal ini, cukup cari casing PC yang memiliki sirkulasi udara yang baik.

 

Memilih Cooler Yang Mudah Dirawat

Ketika membeli sebuah CPU cooler, hendaknya kalian juga memikirkan bagaimana cara merawat cooler tersebut. Sebagus apapun cooler yang kalian beli, kalian juga tetap harus merawatnya agar awet digunakan. Bagi kalian yang menggunakan liquid cooler, perawatannya tidak harus sesering air cooler. Akan tetapi, tetap carilah CPU cooler yang sesuai dengan budget dan kemampuan kalian merawat CPU cooler tersebut.


Selam hal-hal diatas bisa kalian penuhi, maka kalian sudah berhasil menemukan CPU cooler terbaik untuk kalian gunakan.

Kamis, 01 Juli 2021

Merawat Hardisk Internal Agar Awet

Hardisk Internal - Hardisk merupakan salah satu jenis media penyimpanan data yang memiliki fungsi penting pada perangkat PC ataupun Laptop. Baik itu hardisk internal maupun hardisk eksternal. Sama-sama menggunakan komponen piringan magnetik untuk penyimpanan datanya. Komponen ini sangat rentan sekali terhadap kerusakan.

Jika terjadi kerusakan pada piringan magnetik hardisk, terdapat dua kemungkinan yang akan terjadi. Kerusakan yang bersifat sementara seperti bad sector dan kerusakan permanen yang membuat hardisk tidak dapat digunakan kembali. Jika sudah rusak secara permanent, mau tidak mau hardisk tersebut harus diganti dengan yang baru.

 

Cara Merawat Hardisk Internal Agar Awet

Untuk menghindari hal tersebut. Ada baiknya jika kalian mengetahui cara yang benar dalam merawat hardisk internal agar awet digunakan. Berikut ini adalah cara-caranya.


Cara Merawat Hardisk Internal Agar Awet
Cara Merawat Hardisk Internal Agar Awet

Jangan Melakukan Partisi Hardisk Internal Secara Berlebihan

Hardisk yang dijual dipasaran saat ini, memang memiliki kapasitas penyimpanan yang besar. Mulai dari 250GB hingga 18TB. Biasanya para pengguna akan membuat beberapa partisi untuk memudahkan mereka dalam mengorganisir file-file yang mereka simpan.

Untuk hardisk internal, jumlah partisi yang ideal dan maksimal biasanya hanya 2 atau 3 partisi saja. Jika membuat partisi dalam jumlah yang banyak, maka hal tersebut akan berdampak pada fragment HDD akan terbagi dan memberatkan kinerja hardisk untuk proses Read dan Write data.

 

Lakukan Defrag Hardisk Secara Rutin

Salah hal wajib yang paling dianjurkan untuk para pengguna hardisk di perangkat PC dan Laptop adalah proses Defrag. Proses defrag hardisk ini bertujuan untuk menjaga kesehatan HDD. Hal ini berguna agar kinerja read dan write data pada hardisk tidak menurun. Jika kalian menggunakan OS Windows, kalian dapat menggunakan fitur bawaan dari OS tersebut. Jika tidak ada, kalian dapat menggunakan aplikasi atau software defrag hardisk pihak ke tiga, yang bisa kalian dapat kan di Internet.

 

Matikan Perangkat PC/Laptop Dengan Benar

Cara paling sederhana untuk merawat hardisk internal agar awet adalah dengan cara mematikan perangkat PC/Laptop dengan benar. Sangat tidak disarankan jika kamu mematikan perangkat PC/Laptop secara tiba-tiba, contohnya pada saat mati lampu ataupun saat kamu terburu-buru untuk melakukan kegiatan lain.

Hal ini tentunya akan berdampak buruk pada hardisk dan beberapa hardware PC?Laptop yang lainnya. Sebisa mungkin matikanlah perangkat PC/Laptop dengan cara yang semestinya. Atau jika listrik di rumah kalian tidak stabil, kalian dapat menggunakan perangkat stabilizer tambahan, agar tidak terjadi lonjakan arus listrik.

 

Jangan Sampai Hardisk Terbentur

Walaupun terdengar sepele, tapi sebisa mungkin jangan buat hardisk internal kalian terbentur. Apalagi jika terbentur dengan keras. Kebanyakan kasus ini biasanya dialami oleh para pengguna Laptop. Alasannya karena mereka sering berpergian dengan membawa laptopnya. Tidak jarang juga hardisk yang rusak sementara hingga permanent hanya karena terbentur saat dibawa berpergian.

Oleh sebab itu, hal ini sangat penting untuk kalian.

 

Overheat Karena Sikulasi Udara Yang Buruk

Biasanya kalo kita punya laptop, kita lebih sering menggunakannya diatas kasur kan. Apalagi jika ngerjain tugas, biasanya sambil tiduran atau duduk dikasur. Akan tetapi hal ini sangat tidak disarankan, bagi kalian para pengguna Laptop.

Mengapa engga boleh? Umumnya, lubang sirkulasi udara dilaptop ini ada dibagian bawah. Jika terlalu lama menggunakan laptop diatas kasur, ditakutkan akan membuat sirkulasi udara Laptop menjadi tidak lancar. Hal tersebut tentunya akan menaikan suhu komponen laptop. Jika kenaikan suhu laptop terus terjadi, ditakutkan laptop akan mengalami overheat dan akan merusak komponen lain yang sensitif terhadap suhu yang panas.

 

Tidak Tersedia Ruang Lagi Pada Hardisk

Hardisk memang difungsikan untuk menyimpan data pengguna. Akan tetapi, sangat disarankan untuk tidak mengisi hardisk hingga penuh. Karena dapat memperlambat kinerja hardisk untuk mengelola file yang tersimpan di dalamnya.

 

Scan Hardisk Dengan Menggunakan Antivirus Secara Rutin

Media penyimpanan seperti hardisk, sangat rentan terkena virus. Virus dapat menyebabkan masalah bagi hardisk maupun perangkat yang kita gunakan. Alangakah lebih baik jika kalian rutin melakukan scanning antivirus untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan menimpah hardisk kalian.

 

Kurang lebih seperti itulah cara-cara yang dapat kalian gunakan untuk merawat hardisk internal kalian agar awet digunakan. Nantikan tips lainnya melalui blog ini. Bagi kalian yang berminat atau sedang mencari hardisk internal yang murah original dan berkualitas, kalian dapat mencarinya di Toko Storage melalui Link berikut ini.

Senin, 28 Juni 2021

Perbedaan SSD SATA VS SSD NVMe

SSD SATA VS SSD NVMe - Berbicara mengenai storage drive pada perangkat komputer atau laptop. Pastinya kalian sudah tidak asing lagi dengan yang namanya SSD SATA. SSD SATA ini memiliki performa yang jauh lebih unggul dibandingkan dengan Hardisk. Meski begitu, saat ini SSD SATA bisa dibilang peringkat 2 dalam hal kecepatan storage. Karena saat ini SSD SATA sudah terbalap oleh SSD NVMe. SSD NVMe memiliki kecepatan yang jauh lebih unggul dibandingkan SSD SATA maupun Hardisk. Jadi bisa dibilang SSD NVMe ini masih menjadi SSD terbaik yang paling banyak digunakan.

SSD NVMe banyak digunakan karena memiliki banyak kelebihan yang tidak dimiliki oleh SSD SATA. Lalu apa yang membuat SSD NVMe ini jauh lebih unggul dari SSD SATA? Dan apa yang membedakan kedua jenis SSD tersebut?

Sebelum kita mulai membahas perbedaan antara SSD SATA vs SSD NVMe. Ada baik jika kita mulai dulu dari informasi dasar mengenai tekonologi SSD yang ada saat ini.

SSD SATA vs SSD NVMe


SSD SATA vs SSD NVMe
SSD SATA vs SSD NVMe

Apa itu SSD?

SSD (Solid State Drive) merupakan salah satu jenis media penyimpanan untuk perangkat PC atau Laptop. Fungsi SSD ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan hardisk. Mereka berdua sama-sama digunakan sebagai media penyimpanan data pengguna.

Hanya saja yang membedakan antara SSD dan HDD ini terletak pada performa, cara kerja, dan juga harga. SSD bekerja dengan menyimpan data di memory flash, memiliki bentuk yang relatif lebih kecil dibandingkan hardisk, dan memiliki harga jual yang lebih mahal dibandingkan dengan hardisk.

Sedangkan hardisk, ia bekerja dengan cara memutar pirangan cakram atau platter untuk menyimpan dan membaca data, memiliki bentuk yang relatif lebih besar dibandingkan dengan SSD, akan tetapi memiliki harga jual yang lebih murah dibandingkan dengan SSD.

Meski begitu, baik SSD maupun HDD keduanya sama-sama memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masingAda yang memilih HDD karena murah, tapi ada juga yang memilih SSD karena performanya yang tinggi untuk menungjang aktifitas.


Baca Juga: SSD Terbaik dan Murah Untuk PC dan Laptop


Teknologi SSD SATA

SATA atau Serial ATA merupakan sebuah interface storage yang menjadi solusi masalah komputer pada tahun 90-an. Pada tahun-tahun tersebut, komputer dipenuhi dengan kabel-kabel besar yang merepotkan dan tentunya memakan tempat sekaliKabel-kabel tersebut sering kali mengganggu pekerjaan yang berhubungan dengan penggunaan komputer.

Yang lebih buruknya lagi, kabel ATA sebelum lahirnya SATA memiliki kecepatan yang super lelet. Bahkan kalian bisa baut kopi dulu untuk menunggu proses copy file saja.

Akan tetapi pada tahun 2000-an teknologi mulai berkembang dan lahirlah interface SATA sebagai jawaban atas kinerja buruknya ATA. SATA memiliki kecepatan yang jauh lebih cepat dan tangguh dari ATA. Kabel tipe SATA-pun tidak sebesar dan seriweh kabel ATA. Hal ini tetunya lebih enak dilihat dan tidak menggangu kita saat mengerjakan pekerjaan yang berhubungan dengan penggunaan komputer.

Seiring dengan berjalannya waktu, interface SATA terus mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Hal itu terbukti pada versi interface SATA yang ada pada saat ini. Interface SATA terbaru pada saat ini memiliki kecepatan transfer data yang jauh lebih cepat dibandingkan dengan versi awalnya.

Peningkatan kecepatan interface SATA ini memungkinkan storage hardisk berbasis disk menjadi lebih cepat sekaligus melahirkan teknologi terbaru yaitu solid state. Yang mana teknologi tersebut akan merevolusi kecepatan storage drive di tahun-tahun berikutnya.


Baca Juga: SSD Terbaik Dan Banyak Dicari Di Tahun 2021


Teknologi SSD NVMe

NVMe atau Non-Volatile Memory Express merupakan sebuah terobosan terbaru dalam teknologi storage drive, khususnya SSD karena mampu menghubungkan hard drive melalui Port PCIe. Guna membangun kecepatan transfer data yang maksimum.

SSD tipe NVMe ini memiliki ukuran yang kecil, bahkan lebih kecil jika dibandingkan dengan RAM. Teknologi NVMe ini mampu mengoptimalkan kecepatan transfer data yang ditawarkan oleh Port PCIe, sehingga mampu mentransfer data lebih cepat dari SSD tipe SATA. Karena kecanggihannya ini, banyak orang yang mulai beralih dari SSD SATA ke SSD NVMe. Akan tetapi, harga SSD NVMe ini terbilang lebih mahal dibandingkan dengan SSD tipe SATA.

Tapi, dengan kualitas yang akan kamu dapatkan, SSD NMVe ini sangat worth untuk dimiliki. Karena dapat membuat proses booting Windows dan running software menjadi lebih enteng dan cepat.

 

Kamis, 24 Juni 2021

Penyebab Rekaman CCTV Terhapus Otomatis | Backup CCTV

Backup CCTV – Data atau hasil rekaman CCTV yang terhapus secara otomatis atau bahkan tidak terekam, bisa disebabkan karena berbagai faktor. Salah satunya adalah storage atau ruang penyimpanan yang digunakan untuk menampung data rekaman CCTV penuh atau rusak.

Biasanya sebuah kamera CCTV memiliki batasan video yang dapat direkam dan disimpan di dalam memory card atau tempat penyimpanannya. Batasan video yang dapat disimpan ini bergantung dari jenis storage yang kalian gunakan untuk membackup data rekaman CCTV kalian. Apakah menggunakan Hardisk CCTV, SD Card, SSD, ataupun NAS.

Semakin besar media penyimpanan yang kalian gunakan, maka akan semakin lama atau semakin banyak hasil rekaman CCTV yang dapat kalian simpan. Akan tetapi, ada kalanya data atau hasil rekaman CCTV kalian tidak tersimpan atau terhapus secara otomatis.

Hal itu biasanya disebabkan karena tempat penyimpanan hasil rekaman CCTV kalian sudah penuh. Sehingga secara otomatis DVR akan menghapus data hasil rekan CCTV lama kalian, agar hasil rekaman baru dapat disimpan. Hal ini lah yang menyebabkan beberapa data hasil rekaman CCTV lama kita hilang atau terhapus secara otomatis.

Agar lebih jelas, kalian setidaknya perlu mengetahui bagaimana cara kerja dan di mana hasil rekaman CCTV kita disimpan. Berikut ini adalah penjelas singkatnya.

 

Dimana Hasil Rekaman CCTV Disimpan

Dimana Hasil Rekaman CCTV Disimpan - Backup CCTV
Dimana Hasil Rekaman CCTV Disimpan - Backup CCTV


Hasil rekaman CCTV biasanya disimpan atau ditulis pada micro sd card ataupun hardisk khusus untuk CCTV. Akan tetapi, CCTV yang kebanyakan beredar saat ini lebih banyak menggunakan hardisk khusus CCTV dari pada menggunakan micro sd card. Hal itu dikarenakan kapasitas penyimpanan pada hardisk khusus CCTV biasanya jauh lebih besar jika dibandingkan dengan micro sd card.

Untuk dapat menyimpan data pada hardisk, biasanya CCTV menggunakan bantuan DVR (Digital Video Recorder) atau NVR (Network Video Recorder) untuk membantu CCTV dalam menulis/menyimpan data hasil rekamannya pada hardisk.

 

Penyebab Lain Data Rekaman CCTV Dapat Terhapus

Selain karena memori yang penuh, ada hal lain lagi yang dapat menyebabkan data CCTV hilang. Berikut ini adalah penyebab lain data CCTV bisa hilang:

  1. Penyimpanan CCTV Penuh

Ketika penyimpanan CCTV penuh, maka biasanya secara otomatis DVR atau NVR akan menghapus data rekaman CCTV yang sudah lama disimpan. Lalu menggantinya dengan data yang baru. Lalu berapa banyak rekaman yang akan dihapus secara otomatis? Banyaknya rekaman yang dihapus ini bergantung dari seberapa besar ukuran file hasil rekaman CCTV kalian.

 

  1. Penyimpanan CCTV Rusak

Baik hardisk CCTV maupun SD Card memang dapat rusak. Kerusakan yang biasa dialami oleh penyimpanan CCTV ini terbagi kedalam dua golongan. Golongan pertama kerusakan fisik atau kerusakan pada sistem penyimpanan CCTV. Lalu golongan yang kedua adalah kerusakan permanen. Yang mana kerusakan permanen ini dapat menghilangkan semua data video rekaman CCTV.

Kerusakan fisik pada penyimpanan CCTV biasanya meliputi lecet, terbakar karena overheat, terkena air, tertindih/terbentur, koslet karena arus listrik yang tidak stabil. Jika penyimpanan CCTV Anda mengalami hal tersebut, maka penyebab data rekaman CCTV Anda yang hilang adalah karena kerusakan fisik.

Untuk kerusakan pada sistem penyimpanan CCTV  biasanya karena terkena virus. Kerusakan ini dapat dicegah jika Anda mulai berkonsultasi dengan Konsultan Backup Data CCTV.

 

Berapa Kapasitas Hardisk Yang Cocok Untuk CCTV?

Jika Anda bingung dalam menentukan ingin membeli hardisk CCTV yang cocok untuk Anda. Maka kami sangat menyarankan kepada Anda untuk berkonsultasi pada ahil Penyimpanan CCTV. Dengan berkonsultasi, maka Anda bisa mendapatkan jawaban terbaik untuk masalah CCTV yang Anda alami.

 

Kesimpulan

Kurang lebih itulah beberapa hal yang dapat menyebabkan data rekaman CCTV dapat hilang. Semoga dengan adanya artikel ini dapat membantu Anda untuk menghindari kejadian data rekaman CCTV hilang. Ada baiknya jika Anda mulai membuat renacana backup data CCTV. Agar kejadian data rekaman CCTV yang hilang ini, bisa Anda hindari.

Selasa, 15 Juni 2021

Rekomendasi Hardisk NAS Terbaik Untuk QNAP NAS

Jual QNAP NAS - Jika kamu memiliki QNAP NAS (Network Attached Storage), maka sangat penting bagi kamu dalam memilih dan menggunakan hardisk storage yang besar, cepat, tangguh, dapat diandalkan, dan tentunya murah.

Tidak peduli seberapa canggih atau mahalnya NAS yang kamu miliki. Jika hardisk yang digunakan di dalamnya tidak sesuai dengan kebutuhan, yang ada kamu hanya akan mehambur-hamburkan uang dan hardisk yang kamu gunakan tersebut tidak akan bisa bertahan lama atau cepat rusak.


Baca Juga: Perbedaan OS 64Bit Dengan 32Bit - Jual QNAP NAS


Jadi, bagaimana cara kita untuk memilih hardisk NAS yang sesuai dengan kebutuhan? Pertama, kamu harus mengetahui apa yang kamu butuhkan terlebih dahulu. Apakah kecepatan merupakan faktor terpenting? Atau kamu lebih memilih kapasitas penyimpanan yang besar dan lega untuk menyimpan semua data-data dan file-file penting milik kamu dengan aman.

Lalu, bagaimana dengan cache atau proteksi terhadap getaran? Hal ini sangat penting untuk kamu pikirkan dan pertimbangkan sebelum mencari hardisk untuk perangkat NAS yang kamu miliki.

Untuk membantu kamu dalam memilih hardisk NAS terbaik, baik itu untuk penyimpanan personal maupun bisnis. Kami menyiapkan beberapa rekomendasi untuk hal tersebut. Dengan adanya beberapa rekomendasi NAS dibawah ini, kami berharap kamu dapat menemukan hardisk NAS yang kamu cari dan kamu butuhkan.

 

Hardisk Terbaik Untuk QNAP NAS

Hardisk Terbaik Untuk QNAP NAS
Hardisk Terbaik Untuk QNAP NAS

  • Seagate IronWolf NAS Internal Hard Drive HDD

Spesifikasi

Interface: SATA 6Gbps

Capacity: 6 – 12TB

Cache: 256MB

RPM: 7,200+

Alasan mengapa kamu harus beli hardisk ini

  • Siap digunakan untuk RAID system pada NAS.
  • Cepat dan Tangguh

Alasan mengapa kamu tidak harus membeli hardisk ini

  • Harganya lebih mahal dibandingkan dengan hardisk non-NAS

 

  • Western Digital Red NAS Hard Disk Drive

Spesifikasi

Interface: SATA 6Gbps

Capacity: 1TB – 12TB

Cache: 64B

RPM: 5400

Alasan mengapa kamu harus beli hardisk ini

  • Tersedia banyak varian kapasitas yang luas dan lega
  • Memiliki performa yang tidak kalah saing dengan para rival-rivalnya

Alasan mengapa kamu tidak harus membeli hardisk ini

  • Rata-rata kecepatan transfer yang sekuensial pada blok kecil

 

  • WD Gold Enterprise Class Hard Disk Drive

Spesifikasi

Interface: SATA 6Gbps

Capacity: 4TB – 12TB

Cache: 128MB

RPM: 7200

Alasan mengapa kamu harus beli hardisk ini

  • Kinerja yang bagus dan tidak mengecewakan
  • Harga yang bersahabat dengan kantong

Alasan mengapa kamu tidak harus membeli hardisk ini

  • Tidak sebaik dengan para rival-rivalnya

 

  • WD Red Pro

Spesifikasi

Interface: SATA 6Gbps

Capacity: 2TB – 12TB

Cache: 256MB

RPM: 7200

Alasan mengapa kamu harus beli hardisk ini

  • Performa yang bagus
  • Daya tahan yang tangguh

Alasan mengapa kamu tidak harus membeli hardisk ini

  • Agak cukup berisik saat digunakan

 

Spesifikasi

Interface: 6Gbps SATA

Capacity: 12TB

Cache: 128MB

RPM: 7200

Alasan mengapa kamu harus beli hardisk ini

  • Terdapat fitur TurboBoost
  • Teknologi helium yang dapat melindungi komponen didalmnya

Alasan mengapa kamu tidak harus membeli hardisk ini

  • Dapat menjadi berisik ketika digunakan

 

  • Toshiba N300 8TB NAS

Spesifikasi

Interface: SATA 6Gbps

Capacity: 8TB

Cache: 128MB

RPM: 7200

Alasan mengapa kamu harus beli hardisk ini

  • Operasi yang cepat karena 7200 RPM
  • Chache memory yang besar hingga 128MB

Alasan mengapa kamu tidak harus membeli hardisk ini

  • Berisik saat digunakan

 

Jumat, 04 Juni 2021

Perbedaan OS 64Bit Dengan 32Bit - Jual QNAP NAS

Jual QNAP NAS - Sistem operasi merupakan sebuah perangkat lunak yang berperan sangat penting dalam menjembatani user dengan perangkat elektronik seperti PC/Laptop dan Smartphone. Beberapa contoh sistem operasi yang ada saat ini dan banyak digunakan antara lain, Windows, Linux, MacOs, iOS, dan Android.

Salah satu sistem operasi yang menggunakan dua jenis basis sistem pada OSnya adalah Windows. Windows memiliki 2 jenis basis sistem yaitu 32 bit dan 64 bit. Akan tetapi, kebanyakan penggunanya jarang sekali memperhatikan hal tersebut. Padahal, kedua jenis basis sistem tersebut memiliki fungsi dan performa yang berbeda.

Basis sistem ini merupakan salah satu dari berbagai faktor yang menjadi tolak ukur, apakah perangkat tersebut kuat atau tidaknya dalam menjalankan suatu aplikasi.

Oleh sebab itu, penting bagi kamu untuk mengetahui kelebihan maupun kekurangan dari kedua jenis basis sistem tersebut.

Apa aja kelebihan dan kekurangannya?


Perbedaan Antara Windows 32Bit Dengan Windows 64Bit


Perbedaan Antara Windows 32Bit Dengan Windows 64Bit
Perbedaan Antara Windows 32Bit Dengan Windows 64Bit

  • Jumlah Kapasitas RAM

Perbedaan mendasar dari OS 32bit dengan 64bit, terletak dari kapasitas RAM yang dapat ditampung atau dijalankan. Setiap jenis basis sistem tersebut memiliki batasan dalam menampung kapasitas RAM, yang mana 32bit memiliki kapasitas tampungan RAM yang lebih sedikit dibandingkan dengan 64bit.

OS 32bit dapat berjalan secara optimal dengan penggunaan kapasitas RAM maksimum sebesar 4 GB. Sementara untuk OS 64bit dapat menggunakan kapasitas RAM maksimum lebih dari 4 GB.

Oleh sebab itu, OS dengan basis sistem 32bit jarang sekali bisa support dengan aplikasi-aplikasi terbaru saat ini.


Baca Juga: Tips Merawat Hardisk Eksternal Agar Awet


  • Performa

Performa basis sistem tentunya didukung dengan kemampuan prosesor yang digunakan pada perangkat tersebut.

Sistem OS 64bit tentunya memiliki dukungan perangkat keras yang lebih baik, dibandingkan dengan OS 32bit. Hal itu karena OS 64bit lebih banyak digunakan pada saat ini dan masih akan terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi yang ada.

OS 64bit dinilai dapat menyimpan lebih banyak nilai komputasi, yang mampu mengakses empat miliar kali lebih banyak dan cepat dibandingkan dengan OS 32bit.


Baca Juga: Fungsi BIOS Pada PC dan Laptop - Hardisk Laptop Seagate


  • Kompatibilitas Aplikasi

Seperti yang sudah disinggung diatas, jika perbedaan basis sistem juga mempengaruhi kompatibilitas dari aplikasi yang digunakan. Jika kamu menggunakan OS 32bit, dan mau menggunakan aplikasi dengan minimum sistemnya 64bit. Maka kamu tidak akan bisa menjalankan aplikasi tersebut diperangkat milikmu.

OS 64bit saat ini sudah mendukung aplikasi-aplikasi terbaru dan jarang sekali ada aplikasi yang support dengan OS 32bit.


Bagi kalian yang sedang mencari hardisk untuk Laptop maupun PC, kalian dapat mengujungi Toko Storage di link yang sudah disediakan. Toko Storage tidak hanya menjual Hardisk Laptop/PC saja. Tetapi juga men Jual QNAP NAS yang saat ini banyak dimanfaatkan sebagai media penyimpanan cloud pribadi.

 

Aplikasi Backup Data Terbaik Saat Ini

Aplikasi Backup Data   - Kita tidak akan pernah menduga kapan data yang kita simpan pada smartphone, sd card, hardisk, maupun penyimpanan da...